Menstruasi pertama setelah kuret terasa sakit!

Menstruasi pertama setelah kuret terasa sakit!

3 min read

Mengenal tentang kuret 

Kuret adalah nama sebuah alat operasi untuk mengeluarkan jaringan dari dalam rahim,  prosedurnya sendiri disebut kuretase. Prosedur ini biasanya dilakukan oleh dokter kandungan  dan hanya memakan waktu kurang lebih 10-15 menit.  

Tapi tahukah Charm Girls, setelah pasien dibius terlebih dahulu, kemudian mulai proses dilatasi;  yaitu tindakan untuk melebarkan leher rahim (serviks) lalu dibersihkan. Prosedur ini sangat  penting untuk mengeluarkan jaringan dari dalam rahim setelah Anda mengalami keguguran.

Keguguran memang bukan pengalaman yang menyenangkan. 

Namun, proses ini penting banget! Kehadiran kuret lebih dari membersihkan rahim setelah  keguguran, namun untuk mendiagnosis kondisi tertentu pada rahim, seperti ketika terjadi  perdarahan vagina yang mencurigakan. Ini juga baik untuk Anda dalam menentukan rencana  selanjutnya dalam program kehamilan. 

Apalagi, jika Anda mengalami perdarahan di luar siklus menstruasi, atau dengan jumlah yang  berlebihan. Anda biasanya juga akan diminta melakukan pap smear untuk melihat apakah ada  kanker serviks di sana. 

Wanita yang mengalami kuret memerlukan waktu yang berbeda untuk mendapatkan  menstruasi pertama, kira-kira setelah 4 sampai 11 minggu lebih, bergantung pada kondisi  tubuh. Ada beberapa hal yang mempengaruhi kembalinya siklus menstruasi setelah keguguran,  yaitu: 

Tingkat hCG 

Bila kadar hCG (Hormon Chrorionic Gonadotropin); hormon alami yang berfungsi meningkatkan  fertilitas (kesuburan) dan mengatasi masalah yang berkaitan dengan hormon seks, termasuk  menstruasi di dalam tubuh mencapai nol. 

Menstruasi pertama setelah kuret terasa sakit!
Kadar HCG (Hormon Chrorionic Gonadotropin)

Usia kandungan 

Bila keguguran terjadi saat trimester awal kelahiran, menstruasi bisa terjadi kembali sekitar 4  minggu. Namun, bila usia kandungan memasuki fase trimester kedua, diperlukan waktu 8  sampai 12 minggu untuk menstruasi kembali. Kuret terdengar menyeramkan, namun dengan  perawatan yang tepat tubuh akan kembali pulih, kok! 

Setelah kuret, akan muncul bercak-bercak seperti menstruasi yang hilang dari waktu ke waktu,  normalnya terjadi selama 10 hari. Ini merupakan bagian dari proses pemulihan tubuh dari  keguguran untuk membersihkan jaringan pada rahim; namun itu bukanlah menstruasi yang  sesungguhnya. 

Menstruasi pertama setelah kuret terasa sakit!
Menstruasi Pertama Setelah Kuret 

Menyambut menstruasi pertama kembali 

Menstruasi pertama setelah kuret terasa sedikit sakit adalah hal yang normal. Jadi penting  untuk mencatat kejadian haid Anda, siklusnya 28 ± 7 hari, lamanya 3—7 hari, dan jumlah  darahnya normal. 

Sakit saat menstruasi pertama sehabis mengalami keguguran dan menjalani kuret tidak selalu  berbahaya. Biasanya sakit ini disebabkan oleh kontraksi otot rahim yang sangat hebat guna  mengeluarkan sisa jaringan di rahim pasca keguguran dan kuret.

Untuk membantu Anda memulihkan diri dari keguguran, Anda bisa menjaga pola makan sehat,  banyak istirahat, kurangi stres, dan rutin memeriksakan diri ke dokter. Mungkin Anda juga  memerlukan suplemen sesuai resep dokter untuk mempercepat proses pemulihan. 

Menstruasi pertama setelah kuret terasa sakit!
Hubungi Dokter Bila Perlu 

Keguguran dan kuret mungkin saja membuat siklus menstruasi Anda menjadi tidak teratur. Ini  disebabkan oleh penyesuaian tubuh untuk membersihkan sisa jaringan di dalam rahim.  Menstruasi yang tidak teratur juga bisa diakibatkan oleh stres setelah kuret, berat tubuh yang  tidak stabil, atau sebelumnya sering mengalami hal serupa dan siklusnya terus terjadi seperti  sebelumnya. 

Hubungi dokter kalau menstruasi pertama setelah kuret sakit terus menerus! Apabila menstruasi pertama setelah kuret terasa sakit sangat tidak tertahankan, maka baiknya  Anda memeriksakan langsung keluhannya ke dokter umum atau dokter kandungan.  

Dikhawatirkan, sakit tersebut ada kaitannya dengan suatu penyakit, misalnya sindroma  asherman, radang panggul, mioma, endometriosis, kista ovarium, adenomiosis, dan sebagainya  yang memerlukan penanganan lebih lanjut dari dokter.