Mengajarkan pengetahuan seks pada anak

Mengajarkan pengetahuan seks pada anak

3 min read

Anak adalah generasi masa depan, sudah menjadi kewajiban Anda sebagai orang tua untuk menjaga agar anak dapat melewati masa pubertasnya dengan aman dan nyaman. Seorang anak yang mengalami pubertas tentunya memiliki perkembangan fisik laki-laki dan perempuan yang berbeda antara satu sama lain.

Anak Adalah Generasi Masa Depan

Ternyata masih banyak lho, orang tua yang ketika mendengar kata pubertas, masa menstruasi, dan ketertarikan terhadap lawan jenis menganggap hal itu adalah pornografi, vulgar dan menjijikkan. Memang sebagian besar masyarakat menganggap membicarakan seks itu adalah hal yang tabu dan tak layak dibicarakan, Parents.


Ketika anak kita bertanya soal seksualitasnya pasti kita dengan cepat akan mengalihkannya dan akan mengatakan “Kamu masih kecil nanti kalo sudah besar kan tau sendiri”. Nah, Parents, tolong hindari sikap salah seperti ini. Karena wajar saja, anak memiliki rasa ingin tahu. Kalau orang tua tidak bisa mengarahkan dengan baik, tidak bisa memberikan informasi yang jelas, cenderung mereka akan mencari informasi dari orang lain dan teman-temannya, atau bahkan dari internet. Informasi tersebut bisa saja salah dan berdampak besar pada masa depannya.

Mengapa pendidikan seks adalah hal yang penting?


Alasan utama terjadinya kasus kekerasan seksual yang terjadi belakangan ini tidak lagi hanya mengancam para remaja yang rentan terhadap informasi yang salah mengenai seks. Meningkatnya kasus kekerasan merupakan bukti nyata kurangnya pengetahuan anak mengenai pendidikan seks yang seharusnya sudah mereka dapatkan dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga dan orang tuanya sendiri.

Kapan saat yang tepat untuk memperkenalkan pengetahuan seks?
Pendidikan seks bagi anak harus diberikan orangtua sedini mungkin, lho Parents. Bahkan sejak anak masuk playgroup (usia 3-4 tahun), karena pada usia dini anak sudah dapat mengerti mengenai organ tubuh mereka dan dapat pula dilanjutkan dengan pengenalan organ tubuh internal.


Di usia 6 - 9 tahun, sang buah hati sudah boleh diajarkan mengenai apa saja yang harus dilakukan untuk melindungi dirinya sendiri. Parents, bisa mengajarkan anak menolak untuk membuka pakaian bahkan jika ada imbalan sekalipun atau menolak diraba alat kelaminnya oleh temannya atau orang lain dengan alasan apapun.


Menginjak usia 10 tahun hingga 16 tahun, Parents dapat memberikan informasi lebih mendetail apa saja yang akan berubah dari tubuh si anak saat menjelang masa pubertas yang cenderung untuk memiliki perbedaan fisik laki-laki dan perempuan. Beri tahu sang buah hati bagaimana menyikapi menstruasi pertama ataupun mimpi basah dan topik mengenai kesehatan alat kelamin.

Cara mudah untuk mengajarkan pengetahuan seks

Mengajarkan Pengetahuan Sex

Wajar saja kalau masih banyak orang tua bingung menyikapi pertanyaan anak mengenai masalah seks. Jika Anda adalah salah satunya, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan dalam berbicara dengan anak tentang seks:

1) Sebelum memulai, yakinkan diri Anda bahwa pendidikan seks pada anak adalah penting dan bermanfaat.
2) Luangkan waktu untuk membuat percakapan yang santai dan menyenangkan.
3) ) Membekali diri dengan wawasan cukup untuk menjawab pertanyaan anak. Utarakan pendapat Anda secara terbuka, informatif, dan yakin atau tidak ragu-ragu.
4) Gunakan media atau alat bantu seperti boneka, gambar, binatang, untuk memudahkan sang anak menyerap informasi.
5) Diskusikan kepada ahli atau psikolog apabila ada hal-hal yang masih ragu atau bingung, apabila Anda kesulitan dalam memberikan informasi.