Perubahan emosi - fase pubertas dan pemberontakan

Perubahan emosi - fase pubertas dan pemberontakan

6 min read

Tubuh remaja perempuan akan mulai berubah sekitar umur 10 tahun dikarenakan oleh hormon. Pertumbuhan fisik membuat remaja perempuan lebih feminin akan mengakibatkan perubahan pada sikap dan juga perilakunya. Nah, masa ini disebut dengan pubertas.

Meskipun fase ini dimulai pada waktu yang berbeda-beda pada setiap orang, sebagian besar anak-anak sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama akan mengalaminya untuk pertama kali. Anak-anak pada tahap ini tidak hanya mulai mengkhawatirkan diri sendiri, tetapi juga memiliki berbagai kecemasan tentang keluarga dan teman-temannya. Fase pemberontakan, terutama terhadap keluarganya cenderung datang bersamaan dengan masa pubertas. 

Cobalah mengerti perubahan emosi tertentu yang sedang dialami buah hati Anda selama pubertas dan terima prosesnya sebagai tanda bahwa mereka sedang tumbuh menjadi orang dewasa. Tetap tenang meskipun dia memiliki saat yang sulit secara emosional ya, Parents!

Apa yang menyebabkan pubertas?

Umumnya, pubertas terjadi pada saat yang bersamaan dengan pertumbuhan fisik anak. Putri Anda akan mulai tumbuh lebih tinggi, payudaranya akan membesar, dan tubuhnya akan mulai berisi dan terlihat lebih feminim secara keseluruhan. Tetapi perubahan emosionalnya tidak selalu tumbuh bersamaan dengan perubahan fisik. Saat pubertas, Ia akan merasa bingung karena perubahan emosi yang dialami tidak mengikuti perubahan tubuhnya, Parents.

Cobalah mengerti perubahan emosi tertentu yang sedang dialami buah hati Anda selama pubertas dan terima prosesnya sebagai tanda bahwa mereka sedang tumbuh menjadi orang dewasa. Tetap sabar meskipun Ia memiliki masa emosional yang sulit ya, Parents! Anda pasti bisa.

Apa itu pubertas?

Pubertas adalah suatu masa ketika seorang anak secara perlahan mulai menemukan jati dirinya sebagai individu. Putri Anda akan mulai tertarik untuk memperhatikan hal yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Seperti bertanya-tanya mengapa Ia mudah kesal dengan orang tuanya dan bagaimana dia bisa merasa marah karena diperlakukan seperti anak kecil. Hal tersebut dapat mengakibatkan gangguan terhadap emosinya. 

Ia juga akan merasa kebingungan dan khawatir akan perubahan emosi dan fisik yang dialami. Pemikiran mereka yang belum matang dan belum memiliki cukup pengetahuan untuk menemukan jawaban akan membuat segalanya menjadi sulit untuk dihadapi.

Contohnya:

  • Ia bingung karena emosinya tidak mengikuti perubahan tubuhnya. Ia akan melampiaskan kekhawatiran dan frustrasinya pada orang-orang di rumah. 
  • Ia mulai membangun rasa percaya diri secara emosional. Secara bertahap, Ia mulai merasakan perbedaan antara dirinya dan orang-orang di sekitarnya dan menyadari bahwa Ia adalah seorang individu yang nyata.
  • Dahulu Ia suka menghabiskan waktu dengan ibu dan ayahnya, namun lambat laun mulai sering marah-marah dan tidak lagi merasa senang bersama orang tuanya. 
  • Ia mulai menghabiskan waktu sendirian dan menyimpan rahasia dari orang-orang di rumah.

Perbedaan dari tahap pemberontakan

Tahap pemberontakan adalah masa ketika perkembangan emosi menyebabkan seorang anak menyadari bahwa Ia berbeda dari sebelumnya, dan mulai memberontak terhadap orang-orang di rumah dan orang dewasa lainnya. Meskipun hal ini berlangsung pada waktu yang berbeda bagi setiap orang, masa pemberontakan pada umumnya terjadi selama dua tahun selama fase pemberontakan primer dan di usia sepuluh tahun untuk tahap pemberontakan sekunder.

Selama masa pubertas, anak perempuan akan merasa stres karena perubahan tubuhnya. Hal ini terkadang dilampiaskan kepada orang-orang di sekitar mereka. Karena masa pubertas dan tahap pemberontakan sekunder terjadi dengan intens karena berlangsung pada periode waktu yang berdekatan. 

Mengapa hanya beberapa anak yang mengalami fase pemberontakan? 

Selama masa pubertas, nilai-nilai yang tertanam pada anak akan secara bertahap mulai berubah seiring tubuh dan emosi mereka yang tumbuh dan berkembang. Rasa bingung dan sikap memberontak yang tidak bisa lagi Ia kendalikan mulai muncul dan menghasilkan fase pemberontakan. Walaupun pada beberapa kasus, pergeseran nilai-nilai minim terjadi dan mereka terus berkembang jika sang anak mampu mengatasi perasaan memberontak tersebut sendiri.

Di sisi lain, sang anak mungkin takut kepada orang tuanya atau mereka merasa tidak dipercaya sehingga Ia tidak dapat angkat bicara. Sebenarnya, hal ini tidak sesederhana memberontak karena mereka tidak senang dengan Anda, atau tidak memberontak karena Anda memperlakukannya dengan baik. Fase pemberontakan dipicu oleh berbagai faktor, jadi daripada mengkhawatirkan apakah mereka sedang melalui fase memberontak atau tidak, cobalah untuk memperhatikan bagaimana mereka dapat mengekspresikan diri ya, Parents

Kapan fase pemberontakan dimulai? 

Fase pemberontakan lanjutan dimulai sekitar usia 10 tahun untuk anak perempuan dan 11 sampai 12 tahun untuk anak laki-laki. Fase ini berlangsung hingga sekitar usia 18 tahun baik untuk anak laki-laki dan perempuan. Namun, fase pemberontakan sering dimulai dan selesai tanpa waktu yang jelas karena acap kali tidak disadari oleh sang anak atau anggota keluarga lain di rumah. Ingat, ini hanyalah sebuah perkiraan karena setiap anak berbeda ya, Parents!

Apa perbedaan antara anak laki-laki dan perempuan selama pubertas dan fase pemberontakan?

Anak perempuan

  • Bingung tentang perubahan drastis tubuhnya 
  • Kepedulian dengan hubungan pertemanan yang berlebihan 
  • Perubahan sikap tergantung individunya

Anak laki-laki

  • Kata-kata dan sikap menjadi lebih kasar 
  • Memecah dan melempar barang 
  • Sadar akan lawan jenis dan minat pada seks

Untuk keduanya

  • Khawatir akan apa yang orang lain pikirkan tentang mereka 
  • Lebih sedikit bicara, termasuk memberi salam dan tanggapan. 
  • Menjadi lebih mandiri

Contoh berikut merupakan gambaran besar yang mudah terlihat dari luar. Anak perempuan juga bisa saja menjadi kasar, dan anak laki-laki bisa merasa bingung dengan perubahan yang terjadi pada tubuh mereka, walaupun relatif jarang terjadi. Namun, hal ini bukan sebatas perbedaan antara anak perempuan dan anak laki-laki, melainkan tentang perbedaan antara individu dan lingkungan mereka. Jadi, pastikan untuk terus perhatikan perkembangan sikap buah hatimu ya, Parents.

Ketertarikan pada lawan jenis - Apakah rasanya sama seperti ketika Anda masih kecil?

Pubertas membawa sudut pandang objektif pada diri sendiri untuk pertama kalinya, dan anakanak mulai memperhatikan bagaimana orang lain memandang dirinya. Ia juga bertanya-tanya tentang bagaimana mereka dilihat oleh lawan jenisnya, mulai tertarik pada seks, dan ingin terlihat lebih manis atau lebih cantik. Anak perempuan mulai memperhatikan dan menemukan laki-laki yang mereka sukai untuk pertama kali.

Ia mungkin tidak akan sering membicarakan hal ini dengan keluarga di rumah. Nah, jika iya, sebaiknya ceritakanlah pengalaman Anda juga kepadanya. Anda harus menjelaskan bahwa menyadari lawan jenis adalah hal yang wajar, tak perlu malu serta memastikan bahwa Ia memahami perubahan fisik dan emosional itu berbeda untuk anak laki-laki dan perempuan. 

Saat kamu menyukai seseorang

Hal yang harus diingat!

  • Anak-anak yang emosinya tidak diikuti perubahan tubuh yang terjadi akan merasa bingung. Ini adalah tahap penting dalam hidup, dimana mereka harus membangun kesadaran diri. Jadi, bersikap baiklah dan berikan perhatikan untuk mereka ya, Parents
  • Anda mungkin mengalami kesulitan menghadapi sang buah hati karena sikap dan suasana hati yang tidak stabil, tetapi ini adalah bukti bahwa Ia sedang dalam proses menjadi dewasa. Pastikan Anda memberi mereka ruang yang mereka butuhkan untuk menerima perubahan ini.