Menarche dini, harus dihindari dan dihadapi

Menarche dini, harus dihindari dan dihadapi

6 min read

Terkadang waktu berjalan tanpa disadari ya, Parents. Putri kecil Anda yang dulu sangat manja mungkin kini sudah menunjukkan tanda-tanda menstruasi pertamanya hampir tiba. Ya, Ia dalam sebuah proses menjadi seorang wanita dewasa. Sangat ajaib bukan?

Namun, ternyata ada sebuah fenomena yang bisa terjadi pada menstruasi pertama sang buah hati, yaitu menarche dini. Menarche dini adalah sebuah kondisi saat anak perempuan mendapat menstruasinya lebih awal daripada yang seharusnya.

Pada keadaan normal, seharusnya anak perempuan memulai masa menstruasi pertama kali pada rentang usia 
12 – 16 tahun sebagai salah satu tanda bahwa masa pubertasnya sudah dimulai, Parents. Anda juga akan menemukan adanya perubahan lain seperti membesarnya payudara, tumbuh rambut pada daerah pubis, dan munculnya lemak pada daerah pinggul.

Sedangkan pada menarche dini, menstruasi pertama terjadi pada umur-umur di bawahnya.
Data yang dikutip dari Jurnal Kesehatan Masyarakat UNDIP menyebutkan bahwa di Indonesia sendiri sebanyak 20,9% anak perempuan di Indonesia telah mengalami menstruasi pertama di usia kurang dari 12 tahun. Wah, cukup mengejutkan ya, Parents?

Apa konsekuensi dari menstruasi pertama yang datang terlalu dini?
Parents, usia menstruasi pertama putri Anda bisa menyimpan berbagai informasi yang penting. Wah, seperti dapat memberikan overview tentang tubuh sang buah hati, yang mungkin mengindikasikan risiko penyakit tertentu dan mungkin berdampak pada kesehatannya. Masa menstruasi yang terlalu dini yaitu di bawah 9 tahun bisa menimbulkan beberapa masalah di masa depan dengan kemungkinan adanya penambahan berat badan yang berlebihan atau obesitas, diabetes, penyakit jantung, stroke dan bahkan tekanan darah tinggi, hingga terjadinya menopause yang terlalu dini di usia kurang dari 40 tahun.

Wah, cukup berisiko ya?

Adakah cara untuk mencegah menstruasi pertama agar tidak datang lebih awal
Sebagai orang tua yang masih bertanggung jawab dalam semua kebutuhan sang buah hati, Parents memiliki beberapa cara preventif dari bahaya menstruasi pertama terlalu dini. Yuk mari kita simak beberapa tips sebagai berikut, Parents!

Orang Tua Bertanggung Jawab
dalam Kebutuhan Sang Buah Hati

1. Menjaga berat badan buah hati tetap ideal 
Rencanakan dengan matang baik jangka pendek dan jangka panjang tentang makanan sehat, cemilan yang diinginkan dan asupan gizi harian yang sesuai dengan putri Anda, Parents. Terapkan pola makan intuitif dan memenuhi angka kecukupan gizi harian, termasuk kalori. Pada umumnya, anak perempuan yang berusia 10-12 tahun membutuhkan 2000 hingga 2125 Kkal per hari.

Ini juga dapat memudahkan Anda di dapur, lho, Parents. Tentunya, Anda dapat mengatur menu harian bagi keluarga tanpa bingung-bingung lagi dan seisi rumah dapat memulai hidup sehat bersama. Wah, seru sekali, bukan?

Menjaga Berat Badan Ideal,
Hindari Makanan Tak Sehat

2. Hindari junk-food, makanan instan, soda dan gula yang berlebihan

Zaman sekarang memesan jajanan favorit memang sangatlah mudah. Selain banyak pilihan yang tersedia, Anda bahkan putri Anda dapat membelinya dengan mudah dengan aplikasi food-delivery online. Di sini, peran Anda menjadi sangat penting untuk membatasinya dengan cara mengedukasi tentang bahaya makanan tersebut; atau membiasakan makanan tersebut pada momen atau jadwal tertentu saja.
 

Olahraga Bersama

3. Rajin berolahraga

Masih ingat dengan peribahasa “Mens sana in corpore sano” yang memiliki arti "Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat." kan, Parents ? Olahraga adalah jawaban yang paling umum untuk Anda dan sang buah hati dalam menjaga kesehatan. Aktivitas tubuh yang rutin harus dilakukan. Anda dapat memilih olahraga ringan seperti jalan kaki, lari atau senam aerobik. Untuk menambah semangat sang buah hati dalam berolahraga, Anda dapat memilih aktivitas yang lebih hits; seperti roller blade, K-Pop dance atau bersepeda. Melakukan olahraga bersama tentunya juga menyenangkan.
Sebagai pengingat, pencegahan menstruasi pertama yang datang terlalu awal memang ada di tangan Anda sebagai orang tua. Namun, faktor lainnya seperti genetik, kondisi organ reproduksi sang buah hati, hormon dan lainnya yang berada di luar kendali harus dihadapi dengan sebijak-bijaknya. Cobalah untuk tidak menyalahkan putri Anda apabila mereka mendapatkan menstruasi pertama lebih awal daripada yang seharusnya.

Bagi anak-anak sendiri, pubertas dan menstruasi pertama sudah menimbulkan banyak kebingungan. Tak hanya perkembangan fisik anak laki-laki dan perempuan yang dialami semakin terasa perbedaannya, pergantian emosi dan psikologi yang menyebabkan hati yang selalu berubah-ubah juga menjadi tantangan tersendiri.

Anda dapat melakukan beberapa hal berikut untuk menghadapi masa menstruasi pertama yang datang terlalu awal.


1. Ini bukan salah Anda, bukan salah putri Anda
Di balik bahaya penyakit yang mengintai sang buah hati, ini bukanlah akhir dunia atau titik ketika Anda harus menjadi super protektif sehingga membuat situasi menjadi tidak nyaman. Walau tanda-tanda menstruasi pertama sudah terlihat, bukan berarti Ia telah menjadi dewasa seutuhnya, kehadiran dan bimbingan orang tua sangat diperlukan, Parents!

2. Berikan edukasi penuh dengan empati
Sang anak tentunya akan merasa takut saat mengalami menstruasi pertama karena beragam pertanyaan yang ada di kepalanya. Mengenai bagaimana cara memilih jenis pembalut Charm apa yang paling sesuai, cara memakai pembalut Charm, apa saja yang akan dilakukan saat menstruasi datang, nyeri haid dan pertanyaan lainnya.

Anak perempuan yang mengalami menstruasi pertama dengan tepat waktu saja mungkin mengalami masalah, bagaimana yang lebih muda? Tentunya lebih membingungkan, Parents.
Jadi, diharapkan Anda dapat membuka ruang untuk Anda dan sang buah hati untuk memulai obrolan saat Ia dapat bercerita dan mencari jawaban dalam menghadapi momen menstruasi yang pertama kali.

Menemukan Informasi Tepat
Tentang Menstruasi

3. Menemukan informasi yang tepat dan mudah dipahami
Parents, jangan lupa untuk hati-hati dengan informasi yang ada di internet ya! Mitos-mitos yang berkembang tentang menstruasi pertama bisa saja membuat putri Anda semakin nervous. Anda dapat menggunakan Charm Girl’s Talk untuk referensi. Banyak lho artikel-artikel yang bisa dibaca oleh sang buah hati Andi di sini!
 

4. Persiapkan semua kebutuhannya
Pada awalnya, putri Anda tentunya belum terlalu paham tentang pembalut, pakaian dalam, dan barang-barang pereda nyeri haid. Jadi, ada baiknya jika Anda mempersiapkannya terlebih dulu di rumah. Ke depannya, kalau anak dianggap sudah lebih dewasa untuk memilih pembalut sesuai pilihannya, Anda bisa pergi berbelanja bersama deh!

5. Awasi terus setiap pertumbuhan dan perkembangan
Tak perlu dibawa panik, yang penting Anda harus tetap waspada dengan hal terjadi pada tubuhnya. Mungkin Anda dapat membuat catatan khusus untuk melihat periode menstruasinya, jarak menstruasi atau siklus menstruasi, kondisi kesehatan dan lainnya. Secara tidak langsung, Anda juga telah mengajarkan buah hati untuk lebih aware dengan tubuhnya sendiri!

Hal ini akan memungkinkan Anda untuk mendeteksi gejala-gejala umum dari bahaya menstruasi pertama yang datang terlalu dini dan segera menghubungi dokter sesegera mungkin.

Begitulah, Parents. Menarche dini memang sudah menjadi fenomena yang terjadi di masa kini. Anda masih punya kesempatan untuk mencegah hal itu terjadi kepada sang buah hati. Namun, apabila terjadi Anda juga harus siap untuk mengatasinya. You can do it, Parents!