Perubahan emosi menjelang masa Menstruasi, fakta atau mitos?

Perubahan emosi menjelang masa Menstruasi, fakta atau mitos?

4 min read

Menjelang masa menstruasi, banyak perempuan yang mengalami mood swing alias perubahan mood yang nggak menentu. Yang awalnya merasa bahagia, lalu berubah jadi sedih dalam waktu yang singkat. Banyak juga yang merasa mudah tersinggung hingga menangis saat berhadapan tanpa alasan yang jelas. Pokoknya, seharian bisa moody banget dan bikin sulit berkonsentrasi, deh!

Perubahan emosi yang tiba-tiba dan tanpa sebab ini memang salah satu gejala PMS (premenstrual syndrome) yang cukup sering dialami perempuan, termasuk yang baru mengalami menstruasi pertamanya.

Baca Juga : Ritual sebelum tidur pas lagi masa menstruasi - Charm Girl's Talk

Walaupun mood swing merupakan salah satu gejala PMS yang normal, tapi banyak yang salah mengartikan gejala ini sebagai sesuatu yang berlebihan. Apalagi bagi beberapa orang, gejala mood swing ini bisa cukup ekstrim dan mungkin mengganggu aktivitas sehari-hari. Sebenarnya apa sih yang menyebabkan mood swing yang dialami perempuan saat mendekati masa menstruasi?

Beberapa ahli berpendapat kalau mood swing disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon estrogen selama siklus menstruasi. Kadar hormon estrogen normalnya meningkat tajam setelah masa menstruasi berakhir hingga dua minggu setelahnya. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan tubuh memasuki masa subur selanjutnya.

Setelah masa subur berakhir dan tubuh tidak mengalami pembuahan, kadar hormon estrogen akan berangsur turun hingga saat masa haid. Saat kadar estrogen turun menjelang masa menstruasi, tubuh akan memproduksi hormon stres kortisol dalam jumlah yang tinggi yang memunculkan berbagai gejala PMS lainnya, seperti tubuh lesu hingga sakit kepala.

Perubahan emosi menjelang masa Menstruasi, fakta atau mitos?
Ketidakseimbangan Hormon Estrogen

Nah, kadar estrogen yang naik turun ini dipercaya berpengaruh pada perubahan emosi. Soalnya hormon estrogen sendiri merupakan hormon yang sangat penting pada tubuh serta memiliki banyak efek pada tubuh perempuan. Hormon ini memiliki banyak fungsi yang berperan pada pertumbuhan fisik serta proses reproduksi perempuan. Estrogen juga dapat mempengaruhi produksi endorfin dan serotonin yang sangat berperan dalam mengelola suasana hati.

Saat beranjak remaja, hormon estrogen berfungsi untuk membantu merangsang permulaan siklus menstruasi, perkembangan payudara, hingga kematangan rahim. Sebenarnya hormon estrogen juga ada pada tubuh laki-laki, namun jumlahnya lebih sedikit. Inilah yang membedakan perkembangan anak laki-laki dan perempuan.

Efek ketidakseimbangan hormon estrogen pada setiap perempuan memang berbeda. Ada yang hanya merasakan perubahan emosi sesaat atau jadi mudah merasa lesu, ada juga yang sangat sensitif sehingga mengalami gejala mood swing yang cukup serius. Bahkan menurut penelitian, beberapa perempuan bisa mengalami gangguan kecemasan parah hingga depresi saat masa PMS, yang disebut dengan premenstrual dysphoric disorder (PMDD).

Harusnya sih perubahan emosimu itu hanya berlangsung selama 3-4 hari saja, Charm Girls. Setelah itu kamu akan merasa biasa saja kok! Nah, kalau kamu sudah merasa perubahan emosimu benar-benar susah dimengerti; bahkan oleh dirimu sendiri dan membuat orang-orang di sekitarmu terganggu. Cobalah untuk ceritakan pada orang tuamu di rumah. Mungkin saja kamu perlu bantuan psikolog. Jangan takut ya, Charm Girls!

Lalu gimana caranya untuk mengatasi mood swing selama PMS? Yuk, simak tips berikut untuk menjaga mood kamu tetap stabil dan tetap produktif menjelang masa menstruasi.

Perubahan emosi menjelang masa Menstruasi, fakta atau mitos?
Perbaiki Pola Makan

1. Memperbaiki pola makan
Bukan rahasia lagi kalau makanan yang kita konsumsi setiap harinya sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh. Apalagi menjelang masa menstruasi, gejala PMS lainnya kerap muncul, seperti nyeri atau kram perut. Untuk itu, sebaiknya menghindari makanan yang menyebabkan keluhan pencernaan yang membuatmu makin nggak nyaman.

Cobalah untuk mengkonsumsi makanan bergizi seimbang dan sehat. Selain itu, kamu bisa coba makan dalam porsi yang lebih kecil tapi lebih sering untuk menghindari perut kembung yang bikin nggak nyaman dan bisa memperparah mood swing kamu.

2. Berolahraga secara teratur
Kamu tahu nggak sih, kalau rajin berolahraga itu bisa membuatmu lebih merasa bahagia? Yep, selain meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh, olahraga juga bisa bikin kamu lebih happy dan mengurangi tingkat stres. Kok bisa sih? Saat kamu berolahraga, tubuh akan dipicu untuk mengeluarkan lebih banyak hormon dopamin serta hormon serotonin. Kedua hormon ini berfungsi untuk meningkatkan rasa bahagia, mengurangi stres, dan mengirim sinyal ke otak agar memikirkan hal-hal yang positif dan menyenangkan sehingga mood kamu terjaga dengan baik.

Perubahan emosi menjelang masa Menstruasi, fakta atau mitos?
Istirahat Cukup

3. Istirahat yang cukup
Menjelang masa menstruasi, hindari begadang dan pastikan kamu memiliki waktu tidur yang cukup setiap harinya yaitu sekitar 7-9 jam per hari. Soalnya, selama kamu tidur tubuh akan memulihkan diri dan mengembalikan cadangan energi. Sehingga dengan waktu istirahat yang cukup, kamu akan lebih bertenaga, mudah berkonsentrasi di siang hari, dan mengurangi gejala mood swing saat PMS.